PESAN DAN KESAN DANREM 172/PW LAMA DAN BARU : TIDAK ADA SEPARATIS DI PAPUA, YANG ADA BEDA IDEOLOGI

Waktu begitu cepat berlalu, tak terasa telah berlangsung serah terima jabatan Komandan Korem 172/Praja Wirayakti  dari Kolonel Czi I Made Sukadana kepada Kolonel Inf Daniel Ambat. Ditemui di Gedung Praja Wirayakti Korem 172 yang diresmikan kemarin, Kolonel Czi I Made Sukadana bersama Kolonel Inf Daniel Ambat terlihat antusias. Maklum gedung yang cukup megah itu dibangun hanya dalam tempo 2 bulan. Bahkan kedua Perwira ini dengan senang hati berbagi pesan dan kesannya selama menjadi Danrem.

“Sebagai anggota TNI tentu saya selalu senang bertugas dimanapun, “Ujar Sukadana. Tetapi bertugas di Papua tentu memiliki kesan sendiri, sebab Papua sangat istimewa bagi pria kelahiran Bali ini, khususnya terkait dengan berbagai isu yang kerap kali berkembang di tengah-tengah masyarakat. Mulai dari isu separatis yang mengancam untuk memisahkan diri dari NKRI hingga isu lainnya yang mengancam keamanan dan ketertiban daerah ini.

“Terkait dengan isu separatis, saya ingin katakana bahwa selama saya di Papua tidak ada separatis, yang ada hanyalah kelompok kecil yang berbeda ideologi atau pendapat,”Katanya serius. Dan kalau kelompok kecil ini melakukan tindakan kriminal yang merugikan masyarakat umum maka kelompok ini disebutnya pengacau keamanan,” Tandasnya.

Dengan mereka yang berbeda ideology, selaku Danrem 172 Made Sukadana berusaha merangkul dengan membangun komunikasi yang intensif, baik dengan mengundangnya berkunjung ke Korem 172 atau menyambangi kediaman masing-masing,”Itu sering kali kami lakukan,”Paparnya. Tak hanya itu, lanjut Made Sukadana yang sudah tiga kali bertugas di Papua ini, pihaknya juga berusaha membangun komunikasi dengan berbagai komponen masyarakat baik tokoh adapt, tokoh masyarakat, tokoh perempuan, ondoafi, LSM serta lembaga-lembaga masyarakat lainnya, bahkan dengan institusi lainnya baik pemerintah mauoun Polri.

Kepada mereka ini, selain membangun silaturrahmi, Made Sukadana berusaha memberikan pemahaman tentang peran dan tugas TNI di Papua, dan hal ini untuk mengembalikan citra positif di masyarakat, termasuk militerisme di Papua yang sering. “Sering ada yang menganggap bahwa penempatan pasukan anorganik di Papua khususnya Korem 172 adalah bentuk isu milterisme, tetapi kami berikan pemahaman bahwa pasukan organik belum cukup untuk mengawal perbatasan, sehingga harus didatangkan pasukan dari luar Papua, jadi itu bukan militerisme karena tugas TNI adalah menjaga wilayah NKRI. Kedepan kalau personel yang ada sudah cukup, maka tidak akan didatangkan lagi dari luar Papua,”Terangnya.

Tetapi yang paling penting dari semua itu adalah dukungan masyarakat untuk selalu memberikan early warning (peringatan dini) sehingga segala kemungkinan buruk dapat diantisipasi, untuk itu saya berpesan kepada masyarakat jangan mudah terprovokasi oleh isu-isu miring tentang Papua, sebaiknya tangkal sehingga pembangunan terus bias berjalan,”Ajaknya. Selanjutnya kata Made Sukadana, untuk mendukung tugas-tugas Korem 172, pihaknya terus melakukan pembinaan terhadap personel baik fisik, mental sehingga anggota Korem bisa menjadi teladan masyarakat, meski begitu, saya akui masih ada beberapa anggota Korem yang tidak disiplin pada aturan, tetapi kepada mereka kami tindak tegas dan pembinaan,”katanya.

Sementara itu, Danrem 172 yang baru, Kolonel Inf Daniel Ambat mengaku senang bisa bertugas di Papua,”Tentu ini adalah suatu kehormatan bagi saya yang tidak pernah saya duga sebelumnya,”katanya. Pria penerima bintang seroja ini mengaku pernah bertugas di Papua sebagai Satgas Tribuana karena itu ia tidak asing lagi dengan Papua. Sebagai Danrem 172 katanya dirinya akan menyusun rencana namun yang paling utama adalah dirinya akan melakukan tugas-tugasnya sesuai dengan tugas pokok dan fungsi Korem 172, dan akan melanjutkan apa yang sudah dilaksanakan oleh pejabat lama.

Dalam melaksanakan tugas, saya akan melanjutkan tugas-tugas pendahulu saya sesuai dengan perkembangan yang ada. Karena sudah pernah bertugas di Papua dan dari paparan yang diberikan pejabat lama, Kolonel Inf Daniel Ambat yang lulusan AKABRI 1983 ini sudah memiliki gambaran  tentang situasi diwilayah Korem ini, namun ia juga mengedepankan komunikasi dengan masyarakat dengan membangun tali silaturrahmi dengan seluruh komponen masyarakat, tokoh adapt, tokoh masyarakat, LSM hingga tokoh yang berseberangan ideologi.  Dia ingin menjadikan semuanya sebagai patner dan saudara dalam menjalankan tugas.


Lanjut perwira yang sudah 13 kali tugas ke luar negeri ini, dengan melihat infrastruktur Papua yang sangat terbatas, tentu akan menjadi tantangan tersendiri, namun bekal kemampuan dan pengalaman yang ada, ia berusaha bekerja dengan keras sehingga tugas-tugas membangun Papua khususnya kewilayahan Korem 172 dapat terlaksana dengan baik.

Kolonel Inf Daniel Ambat sebelum ditugaskan menjadi Danrem 172, menjabat sebagai Paban III/Binorg Sopss AD, Sejak lulus AKABRI masa dinasnya lebih banyak dilingkungan Kopassus. Dia pernah menduduki jabatan strategis misalnya Aslog Danden Kopassus (2003), Dansat-81/Gultor Kopassus (2005) dan Wair Kopassus (2006), Dia juga pernah mengikuti pendidikan di Inggris dan bertugas di berbagai Negara antara lain Kongo, Amerika, Belanda, Jerman, Vietnam, Ghana, Austria dan lainnya. Sementara Danrem Kolonel Czi I Made Sukadana akan menjabat sebagai Paban Kurdiklat TNI AD.(Sumber : Cenderawasih Pos).

Iklan
By korem172 Posted in Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s