KOMANDAN KOREM 172/PRAJA WIRAYAKTI SILAHTURAHMI KE MAJELIS RAKYAT PAPUA (MRP)

Sebagai bentuk kebersamaan sesama komponel bangsa, Komandan Korem 172/Praja Wirayakti Kolonel Inf Daniel Ambat di sela-sela kesibukannya menyempatkan diri bersilahturahmi ke Ketua Majelis Rakyat Papua (MRP) Drs. Agus Alue Aulua, MT. h di kantor MRP Kotaraja, Jayapura, Selasa (16/2). Dalam kegiatan ini Danrem didampingi oleh Kasintel Letkol Kav Sujono, Kasiter Letkol Inf Gunung Bintoro dan Kapenrem Mayor Arh Iswibowo, rombongan disambut langsung oleh Ketua MRP beserta Stafnya.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem menyampaikan bahwa tujuan berkunjung ke MRP ini selain untuk bersilaturahmi juga sekaligus memperkenalkan diri, ”Tujuan kami datang ke MRP ini selain untuk bersilaturrahmi juga untuk memperkenalkan diri sebagai Komandan Korem 172/Praja Wirayakti yang baru, saya menjabat Danrem baru 1 bulan tepatnya pada tanggal 18 Januari 2010 kemarin, selain itu kata Danrem bahwa Korem ini merupakan Komando Kewilayahan yang terjun dan langsung bersentuhan dengan masyarakat, maka dalam pelaksanaan tugasnya harus terjalin komunikasi dan koordinasi yang baik dengan semua unsur dan elemen masyarakat yang ada di Papua ini termasuk juga dengan MRP, sehingga harapan kita dan harapan seluruh masyarakat Papua yaitu “Papua tanah damai” dapat kita wujudkan bersama-sama,”jelasnya.

Berkaitan dengan Pasukan yang yang digelar diperbatasan Negara RI-PNG, Danrem menjelaskan bahwa Prajurit TNI tersebut bertugas untuk menjaga patok batas (MM) agar tidak bergeser atau berubah tempat, “Prajurit TNI yang kita gelar diperbatasan RI-PNG khususnya yang ada di wilayah Korem 172 yaitu Satgas Pamtas Yonif 713/ST dan Yonif 527/BY dan mereka bertugas menegakkan kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dengan menjaga patok batas agar tidak bergeser, mereka tidak mencari atau mengejar kelompok-kelompok yang berseberangan dengan kita,”tegasnya.

Danrem menambahkan, bahwa prajurit Korem maupun prajurit yang bertugas diperbatasan telah ditanamkan “Cinta Kasih dan Damai Sejahtera”, sehingga diharapkan setiap sikap dan tingkah laku mereka mencerminkan pada 8 wajib TNI, tidak menimbulkan konflik atau masalah dengan masyarakat baik pedatang maupun penduduk asli, tidak mentang-mentang kita tentara dan harus bisa menjadi bagian dari masyarakat disekitarnya, sehingga Cinta Kasih dapat terpancar dalam sendi-sendi kehidupan masyarakat dan Damai Sejahtera dapat kita raih bersama.

Sementara itu, Ketua MRP Drs. Agus A. Alua, MT. h menyampaikan ucapan terimakasih dan apresiasi yang tinggi kepada Danrem yang telah berkenan mengunjunginya dan mengharapkan komunikasi dan koordinasi agar ditingkatkan utamanya dengan Korem dan Komandan Satgas yang ada diperbatasan, hal ini kata Dia bahwa tujuan MRP maupun Korem itu sebenarnya sama yaitu untuk menciptakan “Papua ini aman dan yaman atau Papua tanah damai” tetapi caranya saja yang berbeda, kalau Korem menjaga dan menciptakan rasa aman kepada masyarakat, MRP menyalurkan aspirasi, memperhatikan pengaduan masyarakat adat, umat beragama dan kaum perempuan dan menindaklanjuti penyelesaiannya, mendorong pemerintahan provinsi maupun pemerintah daerah untuk membangun Papua ini menjadi Provinsi yang sejajar dengan provinsi lainnya, serta menciptakan Papua yang damai sebagai perwujudan komitmen semua komponen masyarakat Provinsi Papua.

Perlu disampaikan bahwa pertemuan ini berlangsung dalam suasana penuh keakraban sehingga terjadi interaksi dan tanya jawab dengan Danrem. Beberapa pertanyaan dari MRP diantaranya jabatan Danrem yang ada disini belum pernah ada yang berasal dari penduduk asli Papua sehingga dia mengharapkan untuk orang asli Papua yang berkarier di militer untuk diasiapkan menjadi Komandan, yang berikutkan masalah minuman keras yang dirasa sudah sangat meresahkan dalam kehidupan bermasyarakat karena segala sumber dari persoalan yang terjadi di Papua ini adalah miniman keras “mabok”, untuk itu harus ada upaya yang jelas dari aparat keamanan dan pemerintah daerah untuk memberantasnya. Terakhir dia mengharapkan agar komunikasi dan koordinasi tetap dipelihara dengan baik, sehingga persoalan yang bisa diselesaikan ditingkat bawah tidak sampai mencuat dan menimbulkan isu-isu yang dapat meresahkan masyarakat. Berkaitan dengan pertanyaan itu, Danrem menyampaikan bahwa orang asli Papua yang berkarier di TNI sudah banyak yang berhasil, dan beliau yakin suatu saat nanti pasti ada prajurit TNI yang asli Papua yang menjadi Danrem disini, bahkan menjadi Pangdam, untuk itu Danrem mengharapkan semua prajurit untuk bersaing sehat dalam berkaier di lingkungan TNI. Selanjutnya yang berhubungan dengan masalah minuman keras, Danrem sangat setuju untuk diberantas, karena selain menimbulkan banyak masalah juga berpengaruh kepada kesehatan manusia, selain itu dalam setiap persyaratan masuk kerja, melamar calon prajurit TNI salah satunya harus berbadan sehat, apa jadinya kalau anak-anak kita penyakitan,”kata Danrem.

Diakhir kegiatan ini Drs. Agus A. Alua, MT.h memberikan buku tentang MRP kepada Danrem dan dia sangat berharap agar komunikasi dan koordinasi terus dijaga dan dipelihara dengan baik, sehingga harapan kita harapan masyarakat Papua dapat terlaksana dengan baik yaitu mewujudkan “Papua Tanah Damai Dalam Bingkai NKRI”.

Iklan
By korem172 Posted in Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s