KOMANDAN KOREM 172/PRAJA WIRAYAKTI SILAHTURAHMI KE PIMPINAN DEWAN ADAT PAPUA (DAP)

Komandan Korem 172/Praja Wirayakti Kolonel Inf Daniel Ambat Jumat kemarin  mengadakan kunjungan ke Dewan Adat Papua (DAP) di kediaman, Sabron Yaru, Sentani Jayapura, (26/2). Dalam kujungan ini Danrem di dampingi oleh Kasintel Letkol Kav Sujono, Kasiter Letkol Inf Gunung Bintoro, Pasintel Mayor Inf Yuana Budi, Kapenrem Mayor Arh Iswibowo dan Danramil Sentani Lettu Inf Apandi.

Dalam kesempatan tersebut, Danrem menyampaikan bahwa tujuan berkunjung ini selain untuk bersilaturahmi dan memperkenalkan diri juga untuk membangun komunikasi, ”Tujuan kami berkunjung kesini selain untuk bersilaturrahmi dan memperkenalkan diri sebagai Danrem yang baru juga untuk membangun komunikasi dan koordinasi, selain itu kata Danrem bahwa Korem merupakan Komando Kewilayahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, maka harus menjalin hubungan yang baik dengan semua unsur dan elemen masyarakat yang ada di Papua ini termasuk dengan DAP, sehingga harapan kita kondisi yang aman dan kondusif selalu terpelihara,”kata Danrem memulai pembicaraannya.

Selanjutnya Danrem menjelaskan tentang prinsip yang harus dipedomani oleh anggota Jajaran Korem,” Saya sudah menekankan kepada seluruh anggota jajaran Korem 172 untuk menanamkan “Cinta Kasih dan Damai Sejahtera”, dalam setiap menjalankan tugas, sehingga diharapkan setiap sikap dan tingkah laku mereka dilapangan mencerminkan sosok prajurit yang profesional, diterima dan dicintai oleh rakyat,”Katanya.

Berkaitan dengan kunjungan Danrem, Ketua Dewan Adat Papua Forkorus Yaboisembut, S.Pd menyampaikan bahwa dia sangat berterimakasih dan apresiasi yang dalam, karena kata dia bahwa hubungan personel Korem dengan DAP selama ini telah terjalin dengan baik, untuk itu perlu dipertahankan. Forkorus meminta, personel TNI khususnya Korem untuk saling menghargai dan menghormati hak dan kewajibannya masing-masing termasuk dengan Dewan Adat Papua.


Dalam pertemuan tersebut, Danrem maupun Forkorus lebih banyak bertukar pengalaman dan pikiran serta membicarakan adat dan kebiasaan masyarakat Papua khususnya wilayah Sentani. Misalnya Forkorus menceritakan tentang penyebab perang suku yang ada di Papua. Kata Dia bahwa perang suku disebabkan karena 2 prinsip yang dilanggar yaitu masalah perempuan dan tanah. Perang yang dilakukan harus sesuai dengan kesepakatan/adat yang berlaku walaupun aturan perang itu tidak tertulis. Dia juga menjelaskan kenapa wanita/perempuan Papua memakai nokel, peran dan tugas Ondoapi maupun kepala suku dan lain-lain. Perlu disampaikan bahwa pertemuan ini berlangsung + 1.5 jam dan dalam suasana yang penuh keakraban.

Iklan
By korem172 Posted in Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s