KOREM 172/PRAJA WIRAYAKTI GELAR PERINGATAN MAULID NABI MUHAMMAD SAW 1431 HIJRIYAH

Peringatan hari besar keagamaan merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kita kepada Tuhan Yang Maha Pengasih dan Penyayang, karena dengan memperingati hari besar keagamaan, banyak makna yang terkandung di dalamnya sehingga akan menambah khasanah dan kearifan kita dalam menjalankan kewajiban di dunia ini sebagai umat manusia. Demikian yang disampaikan oleh Komandan Korem 172/Praja Wirayakti Kolonel Inf Daniel Ambat dalam sambutannya pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di Gedung Praja Wirayakti Makorem, Senin (15/3).

Lebih lanjut Danrem menyampaikan bahwa Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW bukanlah semata-mata hanya merupakan kegiatan seremonial untuk memperingati lahirnya Nabi Muhammad SAW tetapi merupakan media atau sarana untuk memantapkan kadar keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT berdasarkan nilai-nilai luhur perjuangan Nabi Muhammad SAW sebagai Rasulullah dalam menegakan kebenaran dan keadilan. Hal ini selaras dengan upaya yang dilakukan oleh institusi TNI khususnya TNI AD dalam memantapkan jiwa kejuangan, baik di dalam lingkungan keluarga, kedinasan maupun di lingkungan masyarakat sesuai dengan nilai-nilai luhur yang terkandung dalam Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan Delapan Wajib TNI.

Berkaitan dengan peringatan ini, Danrem mengharapkan kepada anggota Korem 172 untuk  memelihara dan memupuk kerukunan hidup dengan sesama umat beragama, meningkatkan soliditas sesama prajurit dan tetap terbinanya kekompakan dengan segenap komponen bangsa yang merupakan modal utama dalam keberhasilan pelaksanaan tugas demi tetap tegaknya kedaulatan NKRI.

Tema peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW kali ini yaitu “Jadikan hikmah peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1431 h / 2010 m sebagai landasan memelihara persatuan dan kesatuan demi keutuhan wilayah dan tetap tegaknya NKRI”.

Dalam penyampaian Hikmah Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW, Ustad Drs. Umar Bawu mengatakan bahwa Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW Rasulullah ke dunia adalah untuk memperbaiki aklak manusia yang pada waktu itu telah rusak (jaman jahiliah), manusia pada waktu itu hidup pada jaman kegelapan, hanya mementingkan kehidupan di dunia, mementingkan diri sendiri dan bersifat materialistis, dengan perumpamaan ”punya mata tetapi tidak bisa melihat, punya telinga tetapi tidak mendengar” yang kaya makin kaya dan yang miskin makin tertindas, sehingga Nabi Muhammad SAW memperbaiki aklak manusia untuk berperilaku sesuai aqidah yang islami.

Berkaitan dengan kehidupan sekarang khususnya di Papua, Ustad Umar Bawu mengajak kepada semua komponen bangsa untuk bersama-sama membangun Papua Baru, ”Saya mengajak kepada seluruh komponen bangsa yang ada di Papua ini, untuk bersama-sama membangun kebersamaan, menjaga persatuan dan kesatuan seperti yang telah ditunjukkan Nabi Muhammad dalam menyatukan suku-suku yang ada di Mekah dan Madinah, karena saya menyadari bahwa Papua ini dihuni oleh berbagai suku, ras, bangsa dan agama, maka untuk mewujudkan Papua Baru harus ada kebersamaan dan sikap toleransi yang saling menghargai perbedaan,” Ajaknya.

Iklan
By korem172 Posted in Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s