KOREM 172/PRAJA WIRAYAKTI GELAR TATAP MUKA DAN SILATURAHMI DENGAN KBT DAN PEJUANG SEWILAYAH JAYAPURA

Papua, Rabu (5/5). Untuk meningkatkan rasa kebersamaan, persatuan dan kesatuan yang sangat diperlukan dalam menghadapi berbagai kesulitan dan permasalahan bangsa, sehingga menimbulkan kepedulian dan kesediaan serta terjalinya komunikasi yang baik semua komponen bangsa, Maka Korem 172/Praja Wirayakti menyelenggarakan Acara Tatap Muka dan Silaturrahim Danrem Kolonel Inf Daniel Ambat dengan Keluarga Besar TNI (KBT) dan Pejuang se-Jayapura yang bertempat di Aula Praja Wirayakti Makorem.

Selain bersilaturrahmi dan temu kangen, acara ini juga untuk menampung aspirasi dari para KBT dan Pejuang tentang permasalahan yang dihadapi selama ini. Dalam tatap muka ini, aspirasi yang disampaikan oleh para pejuang /veteran dan KBT antara lain masalah tempat tinggal, dana Otsus yang telah diterima oleh Pemerintah Daerah (Papua), Netralitas TNI dalam menghadapi Pemilukada, Pejabat Pemerintahan yang korup sampai dengan integrasi Papua kepangkuan NKRI. Selain itu agar anak-anak Papua utamanya putra pejuang dan KBT agar diaomodir atau diperhatikan pada saat mereka mendaftarkan diri menjadi TNI.

Dalam penjelasannya mengenai pertanyaan tersebut Danrem mengatakan bahwa ada beberapa yang dapat saya lakukan/dalam kewenangan saya dan ada yang harus saya koordinasikan dengan pimpinan yang lebih berwenang, ”Bapak dan ibu sekalian, berkaitan dengan pertanyaan ini saya sampaikan bahwa saya akan menindaklanjuti atau kita salurkan kepada pihak yang berwenang, dan masalah putra atau putrinya yang akan masuk tentara, saya berjanji untuk mengakomodir orang asli papua dan utamanya putra pejuang/KBT untuk masuk TNI,dan sebenarnya saya sudah mendidik/menyiapkan sekarang ini putra daerah untuk masuk menjadi Taruna TNI AD,”Jelas Danrem. Danrem menambahkan bahwa sekarang ini proses rekruitmen atau masuk menjadi tentara sangat ketat, mereka harus lolos kesehatan, fisik, mental idiologi, psyko test dan pengetahuan, untuk itu Danrem meminta agar putra-putrinya yang berkeinginan masuk tentara agar dipersiapkan sedini mungkin.


Dalam kesempatan tersebut, Bapak Musa Maniagasi yang merupakan tokoh, pelaku dan pejuang peintis kemerdekaan mengatakan bahwa integrasi Papua ke dalam NKRI bukan harga mati tetapi sampai akhir jaman, ”Para pejuang merebut kemerdekaan tidak gampang, penuh dengan perjuangan, sehingga para generasi sekarang harus melihatnya secara jernih. Perjuangan tidak untuk dibeli tetapi memerlukan pengorbanan baik jiwa, raga dan air mata. Perjuangan masuknya atau integrasi Papua ke NKRI sudah benar dan tidak perlu diperdebatkan lagi. Perjuangan ini bukan harga mati tetapi sampai akhir jaman, artinya semenjak Papua Barat masuk dalam bingkai NKRI maka sampai akhir jaman tetap dalam satu kesatuan yaitu NKRI, ”Katanya dengan nada semangat diakhiri dengan teriakan ”Sekali Merdeka Tetap Merdeka”.

Iklan
By korem172 Posted in Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s