KOREM 172/PRAJA WIRAYAKTI GELAR TATAP MUKA DENGAN KOMPONEN BANGSA DALAM RANGKA SOSIALISASI PEMBERDAYAAN WILAYAH PERTAHANAN DARI MABES TNI

Papua, Rabu (19/5). Untuk mewujudkan kesamaan pola pikir, pola sikap dan pola tindak serta keterpaduan pelaksanaan penyelenggaraan Pemberdayaan Wilayah Pertahanan oleh Komponen Utama, Komponen Cadangan dan Komponen Pendukung secara dini sesuai dengan Sistem Pertahanan Semesta (Sishanta), maka Korem 172/Praja Wirayakti menggelar Tatap Muka TNI dengan Komponen Bangsa dalam rangka Sosialisasi Pemberdayaan Wilayah Pertahanan dari Mabes TNI.

Acara yang digelar di Gedung Praja Wirayakti dihadiri oleh Rektor Uncen, Rektor STIE Yapis, Rektor Stisipol, Rektor USTJ, Danlanud Jayapura, Aster dan Dansat Jajaran Kodam XVII/Cenderawasih, Tokoh Pejuang, Ketua MRP, Kepala Dinas Kota/Kab. Jayapura dan Keerom, Komnas HAM, YLBH, Kontras Papua, Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama, Tokoh adat, Tokoh Pemuda dan KBT, Ketua Senat dan Menwa Perguruan Tinggi di wilayah Jayapura.

Dalam sambutannya, Komandan Korem 172/Praja Wirayakti Kolonel Inf Daniel Ambat mengatakan bahwa salah satu upaya yang terus dilaksanakan oleh Pimpinan TNI adalah penataan dalam fungsi teritorial dan hal ini tidak lepas dari visi dan misi TNI yang fokus pada tugas pokoknya dalam bidang pertahanan negara disamping tugas-tugas Civil Mission sesuai yang diamanatkan di dalam UU No. 34 tahun 2004 tentang TNI, dan hal ini berarti bahwa fungsi teritorial TNI harus dapat diarahkan untuk tugas-tugas bidang pertahanan tanpa mengabaikan tugas-tugas bantuan lainnya.

Selanjutnya Danrem menyampaikan bahwa pada dasarnya Pertahanan Negara bertujuan untuk menjaga dan melindungi kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia,”Saya sampaikan bahwa pada dasarnya Pertahanan Negara bertujuan untuk  menjaga dan melindungi kedaulatan NKRI dan keselamatan segenap bangsa dari segala bentuk ancaman (pasal 4 UU RI nomor 3 tahun 2002 tentang Pertahanan Negara), kemudian dalam pelaksanaannya telah diatur dalam Sistem Pertahanan Semesta, dengan melibatkan semua komponen pertahanan yaitu Komponen Utama (TNI), Komponen Cadangan (Polri, Menwa, Hansip, Wanra, Ormas Pemuda dll) dan Komponen Pendukung (warga negara, sumber daya alam, sumber daya buatan dan sarana/prasarana nasional yang telah disiapkan). Khusus di lingkunganTNI hal ini dapat dilakukan dengan Operasi  Militer   untuk  Perang  (OMP)  maupun Operasi Militer Selain Perang (OMSP), sesuai dengan pasal 7 UU RI Nomor 34 tahun 2004,”Jelasnya.

Selain itu kata Danrem bahwa dalam OMSP disebutkan bahwa tugas TNI antara lain adalah mengatasi gerakan separatisme bersenjata, mengatasi pemberontakan, mengamankan wilayah perbatasan, memberdayakan wilayah pertahanan dan kekuatan pendukungnya secara dini sesuai dengan sistem pertahanan semesta (ada 14 macam tugas lainnya). Kemudian dalam UU No. 34 tahun 2004 pasal 8 juga disebutkan bahwa AD bertugas melaksanakan tugas TNI Matra darat di bidang pertahanan, menjaga keamanan wilayah perbatasan darat dengan negara lain, pembangunan dan pengembangan kekuatan Matra darat serta melaksanakan pemberdayaan wilayah pertahanan darat dan hal ini juga dilaksanakan oleh AL maupun AU sesuai dengan wilayah teritorialnya.

Acara dilanjutkan dengan paparan oleh Tim Sosialisasi Mabes TNI Kolonel Inf I Made Sumantra, SH yang memaparkan secara rinci tentang “Peran TNI dalam Pemberdayaan Wilayah Pertahanan”.

Dalam season tanya jawab, Bpk. Ramses Ohe yang merupakan tokoh pejuang dan Ketua Barisan Merah Putih menyarankan agar kegiatan seperti ini harus dilakukan sampai pada tingkat bawah, sehingga “Bela Negara” yang menjadi dasar nasionalis dapat tertanam pada semua lapisan masyarakat dan tidak hanya pada para pemimpin saja, dia juga menyarankan agar P4 diajarkan kembali di sekolah-sekolah. Dari perwakilan Ketua Senat Uncen maupun Menwa menyarankan agar sosialisasi ini dapat di Perguruan tinggi, sehingga para Mahasiswa tahu betul tentang “TNI” saat ini setelah adanya reformasi di tubuh TNI, Dia juga menyampaikan bahwa rasa takut, trauma masa lalu dan informasi yang sangat minim tentang TNI menjadi kendala untuk merubah image yang negatif pada TNI. Dari Komnas HAM Papua juga menyarankan agar rasa takut dan trauma masa lalu harus dicari solusi atau jalan keluarnya sehingga masyarakat tidak lagi takut sama sosok TNI. Dari Dinas Kabupaten menyarankan agar dari pusat (Mabes TNI) membuat buku yang berkaitan dengan Pemberdayaan Wilhan untuk disebarluaskan ke Pemda / Dinas sehingga mereka tahu peran dan fungsinya dalam hal Pertahanan.

Dalam menjawab pertanyaan tersebut, Danrem maupun Tim dari Mabes TNI akan menindaklanjuti sesuai dengan kewenangannya, dan yang berkaitan dengan sosialisasi ke Kampus-kampus, Danrem mengharapkan agar pihak Universitas membuat pengajuan, sehingga Danrem akan memberikan materi sesuai dengan permintaan. Khususnya yang berkaitan dengan masih adanya ketakutan sebagian rakyat pada TNI, Danrem menjelaskan bahwa TNI setelah reformasi sangat konsekuen dengan tugas, peran dan fungsinya sesuai dengan yang diamanatkan dalam UU. Jadi kata Danrem bahwa di Korem ini telah diajarkan “Cinta Kasih Damai Sejahtera” dalam pelaksanaan tugas dilapangan, dan apabila masih ada yang takut sama TNI besar kemungkinan mereka yang mempunyai kepentingan atau tujuan yang bertentangan dengan Kedaulatan negara.


Diakhir acara ini, Danrem mengharapkan agar semua yang hadir disini mendapatkan pemahaman yang sama, utuh dan dapat menyebarluaskan kepada masyarakat sehingga kita dapat menjalankan tugas, fungsi dan tanggung jawab sesuai dengan bidangnya masing-masing, dan harapan kita semua untuk mewujudkan Papua Damai dalam lindungan oleh Tuhan Yang Maha Kasih.

Iklan
By korem172 Posted in Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s