KASREM 172/PRAJA WIRAYAKTI : HINDARI TINDAKAN YANG MERUGIKAN SATUAN

Kepala Staf Korem 172/Praja Wirayakti Letnan Kolonel Inf Imam Santosa, MA dalam Jam Komandan yang dilaksanakan pada Minggu Militer hari ini mengatakan bahwa sebagai prajurit, kita harus memedomani, menegakkan melaksanakan aturan sesuai dengan perundang-undangan yang berlaku, hindari tindakan-tindakan yang dapat merugikan pribadi maupun satuan. Kegiatan yang digelar di Aula Praja Wirayakti Makorem ini diikuti oleh + 120 orang anggota TNI dan PNS Korem 172, Senin (23/8).

Lebih lanjut Kasrem menekankan kepada anggota untuk bersikap waspada,”Sesuai dengan informasi dan truf info yang ada, bahwa kejadian-kejadian yang menonjol dilakukan anggota antara lain perkelahian, penganiayaan, narkoba, penyalahgunaan senjata dan munisi, penyalahgunaan wewenang, perjudia dan tindakan asusila, untuk itu saya harapkan masing-masing individu maupun Dansat agar lebih peduli, saling mengingatkan kepada anak buahnya, sehingga kejadian-kejadian ini tidak terjadi pada kita maupun satuan Jajaran Korem 172/PW,”Katanya mengawali arahannya.

Berkaitan dengan Pemilukada yang akan digelar beberapa bulan lagi, Kasrem mengingatkan untuk tidak ada yang terlibat Politik. “Saya tekankan dan ingatkan kembali agar seluruh anggota untuk tidak ikut campur dalam dukung-mendukung calon atau kandidat tertentu, tidak ada kawal mengawal, tidak ada peminjaman kendaraan atau sarana dan prasarana untuk kegiatan yang berhubungan dengan Pemilukada, jangan terjebak dan terprovokasi dengan dengan janji-janji dari Kandidat tertentu. Sikap TNI sudah jelas yaitu “Netral”, dan Netralitas TNI sudah merupakan komitmen nasional,”Jelasnya kepada seluruh anggota.

Berhubungan dengan pelaksanaan tugas, Kasrem menekankan kembali agar para Pejabat baik Kasi maupun Balakrem untuk melaksanakan tugas dan tanggungjawabnya sesuai dengan bidangnya masing-masing, karena kata Kasrem bahwa Jabatan itu merupakan amanah dan harus dipertanggung jawabkan kepada Tuhan dan Pimpinan, untuk itu apabila ada suatu perintah harus dilaksanakan, ingat “Dengarkan – Pahami – tanyakan apabila belum mengerti – laksanakan – dan laporkan hasilnya” ! Setiap perintah harus ada Reward and Phunismen artinya bahwa apabila prajurit yang berhasil melaksanakan tugas/perintah harus ada penghargaan, tetapi apabila perintah tidak dikerjakan maka sebagai konsekuensinya maka harus ada hukuman, hukuman ini harus dilaksanakan dengan tujuan agar prajurit yang bersangkutan menjadi jera “efek jera”.

Berkaitan dengan perumahan, Kasrem menegaskan bahwa setiap anggota Korem harus memahami betul tentang status, fungsi dan kegunaan rumah dinas, untuk itu setiap anggota yang menempati rumah dinas harus memiliki SIP (Surat Ijin Penempatan) yang dikeluarkan oleh Korem. Anggota tidak boleh merubah bentuk atau menambah bangunan tanpa seijin Komandan, tidak diperjual-belikan kepada anggota lain / ganti kunci, tidak difungsikan untuk kepentingan yang lain selain untuk perumahan, dan yang paling penting kata Kasrem bahwa apabila anggota yang bersangkutan pensiun atau pindah satuan maka rumah tersebut harus dikembalikan ke satuan Korem sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Sebelum mengakhiri arahannya, Kasrem mengingatkan kepada seluruh anggota untuk menjaga, mendidik dan membimbing putra-putri dan keluarga kita dengan budi pekerti yang baik, karena dengan budi pekerti yang baik akan tercipta generasi bangsa yang berkualitas. Selain itu juga akan terbentuk suatu karakter anak yang baik, teguh dan tangguh yang akan menjadi identitas atau jati diri keluarga, masyarakat dan bangsa Indonesia.

Iklan
By korem172 Posted in Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s