KOREM 172/PRAJA WIRAYAKTI GELAR PENGHIJAUAN TANAM POHON TREMBESI

Permasalahan lingkungan hidup termasuk menurunnya fungsi dan kualitas hutan sudah merupakan isu global yang harus segera ditangani secara serius. Demikian yang disampaikan Danrem 172/Praja Wirayakti Kolonel Inf Daniel Ambat dalam sambutannya pada kegiatan penghijauan dalam rangka menyambut HUT ke-47 Korem 172/Praja Wirayakti. Acara yang digelar di belakang kantor Walikota Jayapura ini dihadiri oleh Waaster Letkol Kav Napoleon, Kepala Badan Pengelola DAS Mamberamo Raya dan masyarakat sekitar, Jayapura Papua Kamis (28/10).

Lebih lanjut Danrem menyampaikan bahwa penanganan terhadap lingkungan hidup bukan hanya tanggung jawab pemerintah saja, tetapi merupakan tanggung jawab kita bersama termasuk juga TNI. Dalam mewujudkan tanggung jawab tersebut, semua komponen bangsa harus memiliki komitmen untuk mencegah dan mengurangi kerusakan lingkungan dengan cara memanfaatkan hutan secara terencana dan terkendali atau melakukan kegiatan rehabilitasi, penanaman dan penghijauan. Gerakan “One Man One Tree” atau satu orang menanam satu pohon seperti yang kita laksanakan hari ini, merupakan bagian dari gerakan yang telah dicanangkan oleh pemerintah.

Pohon trembesi atau dalam bahasa latinnya disebut Samanea Saman (Rain Tree) atau juga disebut Pohon Hujan atau Ki Hujan berasal Dari Amerika Selatan yang tumbuh bisa mencapai ketinggian hingga 20 – 30 meter, bisa menyerap 28 ton Korbondioksida (C02) pertahunnya, kalau pohon biasa rata-rata hanya mampu menyerap 1 ton Korbondioksida (Co2) dalam waktu 20 tahun. Selain keunggulan ini, pohon trembesi juga memberikan kesan teduh secara alami dan tentunya dapat mengurangi pencemaran udara. Dengan berbagai keunggulan itu, kata Danrem bahwa pada tanggal 13 Januari 2010 Presiden RI bertempat di Istana Negara Jakarta mencanangkan penanaman pohon trembesi sebagai salah satu cara untuk mengurangi pemanasan global.

Berkaitan dengan kondisi hutan di Indonesia, Danrem mengatakan bahwa hutan yang ada di Indonesia, termasuk di Papua merupakan hutan terbaik di dunia dan menempati urutan ke-tiga setelah hutan Kostarika dan Amazona.   Di Asia hutan Papua menjadi hutan yang terbaik dan merupakan “paru-paru dunia”. Selain berfungsi sebagai hutan konservasi, hutan produksi dan hutan lindung, hutan juga berfungsi sebagai sumber cadangan air yang apabila tidak kita jaga dengan baik maka akan membawa dampak yang membahayakan kehidupan manusia berupa kelangkaan air.

Menurut data, bahwa dahulu di kaki Gunung Cykloop ada 34 anak sungai yang mengalir, tetapi sekarang hanya tinggal 14 anak sungai, padahal hutan di kawasan ini merupakan daerah tangkapan air hujan. Dengan adanya penurunan jumlah anak sungai ini sudah dapat dijadikan sebagai salah satu indikator bahwa fungsi dan kualitas hutan di sekitar gunung Cykloop sudah menurun, sehingga ada kemungkinan akan dapat menimbulkan masalah baru berupa erosi yang apabila tidak ditangani dengan baik akan membahayakan keselamatan masyarakat setempat.


Diakhir sambutannya mengajak seluruh komponen masyarakat termasuk anggota Korem 172/Praja Wirayakti untuk tetap menjaga hutan ini, jangan merusak atau bahkan membakarnya. Kemudian setelah melaksanakan penanaman pohon trembesi ini untuk merawat, memelihara dan menjaganya sehingga dapat tumbuh dan berkembang dengan baik dan jangan dibiarkan begitu saja, karena 10 tahun atau 15 tahun ke depan pasti akan terlihat manfaatnya.

Selesai sambutan, dilanjutkan dengan penanaman pohon trembesi ini secara simbolis oleh Danrem, Waaster dan Kepala BP DAS, dan dilanjukkan penanaman secara serentak oleh anggota Makorem di sepanjang jalan dari Kantor Walikota Jayapura menuju ke arah Kodam XVII/Cenderawasih.

Iklan
By korem172 Posted in Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s