KOMANDAN KOREM 172/PRAJA WIRAYAKTI AUDENSI DENGAN MASYARAKAT GENYEM

Permasalahan keamanan dan ketertiban masyarakat bukan hanya menjadi tanggung jawab pihak aparan keamanan saja yaitu TNI/Polri tetapi semua elemen masyarakat juga harus berperan secara aktif, sehingga kondisi aman dan kondusif tetap terjaga dan terpelihara dengan baik. Demikian yang disampaiakan oleh Komandan Korem 172/Praja Wirayakti Kolonel Inf Daniel Ambat dalam audensinya dengan masyarakat Genyem yang berlangsung di ruang rapat Makorem, Jayapura, Papua, Jumat (10/12).

„Keamanan dan ketertiban merupakan tanggung jawab kita bersama, dengan kondisi yang aman dan kondusif maka masyarakat bisa bekerja dengan nyaman dan aparat pemerintahan dapat melaksanakan programnya sesuai dengan yang direncanakan, dan apabila ada permasalahan, pendapat dan kebijakan yang kurang pas dapat disalurkan dengan mekanisme yang ada, dan disini Korem siap untuk menfasilitasi dan menyalurkan kepada pihak yang berwenang,“Kata Danrem mengawali pembicaraannya.

Dialog ini dilatar belakangi dengan adanya rencana sekelompok warga Genyem yang akan mengibarkan bendera bintang gejora pada tanggal 10 Desember, hal ini sebagai bentuk rasa kekecewaannya atas minimnya perhatian pemerintah terhadap kondisi masyarakat khususnya di daerah Genyem. Tetapi niat tersebut dapat dicegah oleh Danrem melalui anggotanya dengan cara persuasif sehingga sekelompok masyarakat itu mengurungkan niatnya dan bersedia diajak berdialog di Makorem 172/Praja Wirayakti.

Pertemuan ini selain diikuti Kasrem Letkol Inf Imam Santosa, MA, Dandim Jayapura Letkol Inf Ihutma Sihombing, Pasintelrem, Danramil Urunum Guay, juga dihadiri Pemkab Jayapura yang diwakili Asisten I Dr. Jack Ayamiseba. Dalam pertemuan ini, Bapak Jefri yang mewakili sekelompok masyarakat Genyem menyampaikan semua permasalahan yang terjadi di Genyem dan hal yang melatarbelakangi sehingga dia nekat akan mengibarkan bendera bintang kejora. Disini Danrem dan Pemkab Jayapura akan mencari jalan keluarnya yang terbaik sehingga aksi-aksi semacam ini tidak akan terulang lagi.

Selesai pertemuan, perwakilan warga Genyem menyerahkan bendera bintang kejora yang urung dikibarkan kepada Danrem untuk diamankan dan selanjutnya seluruh warga dipulangkan ke daerahnya masing-masing.

Di depan media lokal Danrem mengungkapkan bahwa aksi yang akan mengibarkan bendera bintang kejora ini akan dilakukan bertepatan dengan hari HAM se-dunia karena kurang perhatiannya pemerintah Jayapura terhadap masyarakat,“Aksi ini hanya bentuk kekecawaan sebagian warga terutama terhadap berbagai kebijakan pembangunan baik dari pemerintah, LSM dan yayasan yang masuk ke daerah mereka yang mengatasnamakan pemerintah, namun hanya sebagian kecil masyarakat yang dapat menikmati hasilnya, sedangkan mereka ini tidak merasakan hasilnya,“Ungkapnya.

Lanjut Danrem bahwa Korem akan melakukan pembinaan dan pendekatan secara intensif dan persuasif guna meredam berbagai aksi yang dilakukan oleh sebagian masyarakat dengan motif dan aksi yang bertentengan dengan hukum yang berlaku di Indonesia.

Iklan
By korem172 Posted in Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s