DANREM 172/PRAJA WIRA YAKTHI : PRAJURIT TIDAK MENGENAL TEMPAT DAN BATAS WAKTU DALAM MENGABDI

Sudah merupakan suatu Tradisi di satuan Korem 172/Praja Wira Yakthi, bahwa setiap ada anggota yang  masuk dan pindah satuan diselenggarakan acara Sertijab, hal ini bertujuan untuk memberikan penghormatan bagi anggota yang masuk maupun keluar satuan, sehingga diharapkan bagi perwira yang menduduki jabatan baru dapat segera menyesuaikan diri dan nantinya dapat memberikan konstribusi yang positif bagi Korem 172. Acara yang digelar di gedung Praja Wira Yakthi Makorem ini dihadiri oleh Dandim 1701/Jayapura, Dandim 1702/Jayawijaya, Dandim 1712/Sarmi, Dansatgas Yonif Linid 330/TD, Danyonif 141/AYJP dan seluruh anggota serta Ibu-ibu Pengurus Persit Koorcabrem 172/Praja Wira Yakthi, Abepura Jayapura, Senin (18/4).

Sertjab yang dilaksanakan meliputi Kasrem Letkol Inf Imam Santosa, MA yang alih tugas sebagai Asintel Kasdam XVII/Cenderawasih diserahkan kepada pejabat baru Letkol Inf Paulus Herpomo T, S.IP, Kasiops Letkol Inf Lambok Sihotang pindah ke Kodam I/BB sebagai Kasiops Korem 033/WP disrahkan kepada Letkol Inf Sudaryanto, S.IP, Kasilog Letkol Arm Ridwan Gumawan pindah ke Rindam XVII/Cenderawasih sebagai Dandodikjur/Gumil Juang kepada Mayor Inf Indrajid Riyadi dan Letkol Inf Gunung Bintoro yang pindah satuan ke Rindam XVII/Cenderawasih sebagai Dandodik Latpur/Gumil Juang.

Dalam amanatnya, Danrem Kolonel Inf Daniel Ambat menyampaikan bahwa sebagai prajurit, kita tidak mengenal tempat dan batas waktu dalam mengabdi,”Sebagai seorang prajurit kita tidak mengenal tempat dan batas waktu dalam mengabdi, hal ini mengandung konsekuensi bahwa di dalam dharma baktinya, kita tidak boleh memilih dan siap ditempatkan dimana saja sesuai panggilan tugas demi tetap tegaknya kedaulatan NKRI,”Tegas danrem mengawali amanatnya.

Lebih lanjut disampaikan bahwa Sertijab merupakan bentuk realisasi dari Kebijakan pimpinan TNI AD dalam rangka regenerasi dan tuntutan sebuah organisasi untuk meningkatkan kinerja satuan, selain itu  prinsip pembinaan personel yang salah satunya tour of duty and tour of area pada kenyataannya telah menberikan pengaruh yang positif terhadap kematangan cara berfikir, bersikap dan bertindak bagi prajurit dalam menghadapi permasalahan dan tantangan dimanapun bertugas. Kepada Kasrem, Danrem menyatakan bahwa Kasrem merupakan pembantu utama Komandan Korem yang mempunyai tugas diantaranya memimpin, mengatur, mengkoordinasikan dan mengawasi kegiatan staf. Selain itu, Kasrem juga sebagai koordinator dan mengawasi penyelenggaraan latihan baik perorangan, kesatuan, badan dan komando jajaran Korem 172. Demikian juga kepada para Kasi yang baru dilantik, Danrem meminta agar segera menyesuaikan dengan tugas dan tanggungjawab jabatan.  Sebagaimana tugas dan kewajiban seorang Kasi baik diminta maupun tidak diminta, berkewajiban untuk memberikan informasi dan saran masukan sebagai bahan pertimbangan Komandan dalam mengambil keputusan yang tepat.

Selesai melaksanakan Sertijab, pada pukul 18.30 WIT dilanjutkan dengan Acara Tradisi Pengukuhan sebagai Warga Baru, hal ini bertujuan untuk memberikan penghormatan dan sekaligus penggugah semangat dalam pengabdian di satuan Jajaran Korem 172. Acara ini digelar di depan Tugu Panglima Besar Jenderal Sudirman, Makorem. Dalam kesempatan tersebut Danrem menyampaikan beberapa pesan yang harus dicamkan oleh Warga baru dalam menghadapi tugas-tugas ke depan yaitu : 1. Sebagai Prajurit yang memilki sasanti Praja Wira Yakthi harus mengutamakan sifat dan watak Perwira Ksatria dalam berbakti dengan dedikasi tinggi untuk membela daerah yang menjadi tanggung jawabnya, 2. Tugas tentara berkaitan langsung dengan tegak atau runtuhnya negara, bersatunya atau bercerainya bangsa, tugas dan yang sangat berat tidak mungkin dikerjakan sendiri tetapi harus bekerja sama dengan komponen bangsa lainnya dan manunggal dengan rakyat, untuk itu harus mampu melaksanakan komunikasi sosial secara efektif, 3. Dalam melaksanakan tugas, Tentara harus profesional oleh karena itu pupuk dan kembangkan diri dengan belajar dan berlatih serta pegang teguh Sapta Marga, Sumpah Prajurit dan 8 Wajib TNI, 4. Bekerja melebihi panggilan tugas dengan keunggulan moral, pantang menyerah dan rela berkorban, 5. Selalu ingat jati diri sebagai prajurit yang berasal dari rakyat, dibesarkan ditengah-tengah rakyat dan berjuang bersama-sama rakyat serta membela kepentingan rakyat,”Pesan Danrem.

Iklan
By korem172 Posted in Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s