KOREM 172/PRAJA WIRA YAKTHI : SATGAS LINUD 330/TD PRAKARSAI PERINGATAN HARI KARTINI DI PERBATASAN

Perayaan Hari Kartini yang diperingati setiap tanggal 21 April ternyata tidak hanya diperingati oleh masyarakat diperkotaan, namun masyarakat yang tinggal di perbatasan juga tidak mau ketinggalan. Di desa Yamara (PIR V) Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, Peringatan Hari Kartini dilaksanakan berbagai kegiatan antara lain setelah upacara bendera dilanjutkan lomba poco-poco dan lomba peragaan busana yang semua pesertanya kaum hawa. Kegiatan ini diprakarsai oleh Danpos Satgas yang bermarkas di Kampung Inti IV dan didukung oleh Kepala Kampung Yamara, Ondoafi, Pendeta dan seluruh masyarakat Kampung Yamara.

Kegiatan diawali pada tanggal 20 April dengan lomba poco-poco yang  berlangsung di lapangan SD Yamara, diikuti oleh perwakilan ibu-ibu dari tiap RT terdiri dari 6 RT. Pakaian yang dikenakan peserta lomba nampak bervariasi sesuai dengan tim dari RT yang mereka wakili. Untuk dewan juri terdiri dari 3 orang, 2 dari Satgas dan seorang dari tokoh pemuda setempat.

Esok paginya pada tanggal 21 April dilaksanakan Upacara Bendera di lapangan SD Yamara. Masyarakat terlihat terlihat sangat antusias, nampak dari pagi mereka sudah memenuhi halaman SD Yamara, baik sebagai peserta upacara maupun hanya sekedar menyaksikan kegiatan yang sebelumnya belum pernah dilaksanakan ini. Bertindak selaku Inspektur Upacara adalah Ibu Ruslimah S.Pd yang merupakan guru di SD Yamara, sedangkan yang menjadi petugas dan peserta upacara adalah seluruh wanita dan anak-anak SD Desa Yamara. Meskipun seluruh petugas upacara Kaum wanita yang baru sekali mengadakan latihan namun nampak mereka begitu bersemangat dan serius dalam melaksanakan tugasnya. Terbukti upacara berjalan cukup khidmat dan tidak ada kesalahan dalam penyelenggaraannya mulai dari persiapan, pengibaran bendera, amanat, doa hingga penghormatan akhir. Bahkan suasana cukup mengharukan, terlihat beberapa peserta upacara menitikan air mata.

Dalam amanatnya yang disampaikan dengan semangat yang berapi-api, Inspektur Upacara menjelaskan bahwa upacara ini adalah mengingatkan bahwa wanita Indonesia juga punya Pahlawan Wanita, untuk mengenang perjuangan Ibu Kartini yang dalam hidupnya berusaha mengangkat derajat dan harkat kaum wanita Indonesia yang pada masa itu sangat rendah dan dilecehkan. Dalam amanatnya Inspektur Upacara juga berkesempatan untuk membacakan riwayat singkat perjuangan Ibu Kartini.

Di Akhir amanat dijelaskan pula bahwa buku dan surat-surat yang pernah ditulis Kartini “ Habis Gelap Terbitlah Terang “ merupakan buku yang dijadikan pedoman bagi kaum wanita Indonesia dalam memperjuangkan emansipasinya, yang terbukti di masa kini kaum wanita Indonesia telah mendapatkan kedudukan yang sejajar dengan Kaum laki-laki, baik dalam hal pendidikan dan pekerjaan, bahkan Indonesia juga pernah dipimpin oleh seorang presiden wanita.” Meskipun kedudukan kita wanita telah sama dengan kedudukan kaum laki-laki namun jangan pernah dilupakan kedudukannya yang sangat mulia sebagai ibu rumah tangga, yang merupakan tiang penyangga bangsa ini di dalam melahirkan, mendidik dan membesarkan generasi penerus bangsa.”tegasnya.

Setelah upacara dilanjutkan dengan perlombaan peragaaan busana yang diikuti oleh kaum wanita dan anak-anak Desa Yamara. Peserta lomba inipun cukup antusias, nampak mereka memang sudah menyiapkan pakaian yang akan mereka tampilkan di lomba. Pakaian yang dilombakan juga cukup bervariasi mulai dari seragam, pakaian kegiatan sehari-hari dan pakaian adat daerah, yang kesemuanya merupakan pakaian khas yang menunjukan jati diri bangsa Indonesia.

Seusai lomba peragaan busana dilanjutkan dengan kegiatan menari poco-poco bersama seluruh peserta dan masyarakat yang hadir di acara tersebut. Hari menjelang siang dan kegiatan diakhiri dengan makan siang bersama di Halaman SD Yamara sekaligus sebagai ucapan syukur karena kegiatan ini dapat berjalan dengan lancar dan cukup meriah. Di tempat yang sama, Koordinator kegiatan sekaligus pemrakarsa peringatan Hari Kartini yang juga merupakan Danki Pos Inti IV Satgas 330, Lettu Inf Jhony Koto yang ditemui seusai acara menuturkan bahwa kegiatan ini dilaksanakan sebagai bentuk kepedulian satgas terhadap kondisi kaum wanita di perbatasan yang jauh dari segala fasilitas dan keramaian supaya mereka tidak merasa tersisihkan serta untuk mengingatkan juga bahwa hak dan kewajiban mereka sama dengan kaum pria dan kedudukan mereka sebagai ibu rumah tangga juga sangat mulia di sisi Tuhan.”Jadi tujuan utama dari kegiatan ini adalah untuk menyatukan seluruh wanita di Yamara tanpa membedakan suku bangsa, warna kulit , agama, bahasa, profesi, pendidikan dan kebudayaan agar tetap bersatu padu dan bahu-membahu bersama kaum laki-laki dalam membangun Yamara khususnya, dan Keerom, Tanah Papua serta Indonesia pada umumnya.”Ungkap Lettu Jhony.

Iklan
By korem172 Posted in Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s