Partisipasi Satgas 330 dalam membantu pendidikan anak-anak di Wilayah Perbatasan

KeeromPendidikan merupakan salah satu upaya mencerdaskan masyarakat,diharapkan dengan masyarakat yang cerdas maka Indonesia akan menjadi Negara yang maju. Namun kenyataan yang ada khususnya di daerah Perbatasan Papua-PNG kondisi Pendidikan di wilayah ini masih cukup memprihatinkan, baik dalam hal keterbatasan tenaga pengajar maupun sarana dan prasarana yang ada. Melihat kondisi ini maka Satgas Yonif Linud 330/TD pun disamping tetap melaksanakan tugas pokoknya dalam mengamankan wilayah perbatasan RI-PNG juga turut andil berpartisipasi dalam mencerdaskan masyarakat  yaitu dengan kegiatan membantu mengajar di sekolah-sekolah yang terletak di sekitar pos satgas yang memang letaknya relatif terpencil sehingga memiliki keterbatasan tenaga pengajar. Menurut press release yang diberikan Papen Satgas 330, Kapten Czi Setiawan tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu mengisi mata pelajaran di sekolah-sekolah di sekitar Pos yang memang tidak ada guru untuk bidang studi tersebut.

            Pos Satgas 330 yang anggotanya turut mengajar di antara lain : Pos Moso mengajar di SDN Moso, Pos Ujung Karang mengajar di SD Ujung Karang,Pos Scopro mengajar di SD Yayasan Pendidikan Kristen Scopro, Pos Wambes mengajar di SD Wambes Bawah, Pos Kaliup mengajar di SD Inpres Sawiyatami, Pos Pir IV mengajar di SD Pir IV Wonorejo, Pos Wembi mengajar di SD YPPK Wembi,Pos Ampas mengajar di SD Ampas bahkan Pos Inti 4 setiap malam memberikan pelajaran tambahan untuk anak-anak Kampung Inti 4 di aula pos.

Untuk mekanisme pengajaran yang diberikan berbeda-beda tergantung situasi dan kondisi sekolah yang bersangkutan, ada yang terjadwal rutin tiap hari karena memang guru bidang studi tersebut tidak ada atau mengajar jika dari pihak sekolah memberitahu ke pos satgas karena guru yang harusnya mengajar tidak hadir pada saat itu.

Mata pelajaran yang diajarkan antara lain : Agama, PPKN, Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, Olahraga umum dan kesehatan, Kesenian, Pramuka, Peraturan Baris Berbaris (PBB), Beladiri Karate.

Untuk menanamkan dan menambah semangat kebangsaan maka setiap memulai pelajaran selalu diawali dengan menyanyikan lagu kebangsaan “Indonesia Raya” maupun lagu nasional lainnya, dan di tengah pelajaran juga diselingi dengan penanaman wawasan kebangsaan yang lain serta pemberian motivasi berupa cerita-cerita kepahlawanan dan cerita tentang kehidupan yang berkesan. Hal ini bertujuan supaya jiwa nasionalisme dan patriotik tertanam di hati dan pikiran mereka sehingga kelak tidak mudah disusupi oleh paham dan pengaruh dari luar yang menginginkan pecahnya NKRI.

            “Ibarat semen maka mengajar anak-anak bagaikan membentuk di semen yang masih basah dan jika sudah mengeras akan membekas hingga ke dalam hati dan tertanam di pikiran selamanya. Anak-anak ini merupakan aset generasi masa depan Indonesia dan Papua khususnya, diharapkan 15-20 tahun lagi mereka akan menjadi manusia yang bangga telah dilahirkan dan menjadi bagian dari NKRI.”Ujar Papen Satgas 330.

By korem172 Posted in Berita

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s